Dari total 189 korban kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610, kemarin, dua orang di antaranya berasal dari Yogyakarta, yaitu Zuiva Puspita Ningrum (41) yang berasal dari Pogung Baru, Jalan Kaliurang KM 5,6 Kecamatan Depok, dan Herjuno Dapito yang beralamat di Dusun Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul.
Mutiek Admadji, yang merupakan paman dari Zuiva Puspita Ningrum, mengatakan keluarga baru mengetahui kabar pesawat rute Bandara Internasional Soekarn-Hatta tujuan Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, mengalami kecelakaan dari televisi.
Keluarga kemudian menghubungi suami Zuiva untuk mencari tahu apakah Zuiva ikut menumpang pesawat itu atau tidak. Zuiva tinggalnya di Jakarta. Dia bekerja di Badan Pemeriksaan Keuangan yang berdinas di Pangkal Pinang.
"Kita melihat berita kecelakaan pesawat di televisi, terus kita telephone suaminya, tanya berangkat nggak Iva, terus suaminya jawab, berangkat pak," ujar Mutiek.
Mutiek mengungkapkan setiap Jumat, Zuiva kembali ke Jakarta dan Senin pagi berangkat lagi ke Pangkal Pinang.
Sementara itu ayah dari Herjuno, Marwadi, mengatakan sebelumnya tidak pernah mendapatkan firasat apa-apa.
Herjuno tinggal di Tangerang, Banten, setelah menikah dan bekerja di Pelabuhan Pangkal Pinang, beberapa bulan terakhir. Kemarin, keluarga belum memberikan kepastian apakah akan pergi ke Jakarta atau tidak untuk mendapatkan informasi resmi dari instansi terkait.
Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pagi hari kemarin atau 13 menit setelah take off dari Soekarno-Hatta. Hingga pagi hari ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban. Perairan tempat jatuhnya pesawat memiliki kedalaman sekitar 30 meter.
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar