Selasa, 30 Juli 2019

Pria Pemakan Kucing di Buru Polsek Kemayoran Hingga ke Rangkas Bitung

Orang makan kucing | Screencapture

Identitas pria pemakan kucing di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang sempat viral di media sosial sudah diketahui Polsek Kemayoran.

Kompol Syaiful Anwar selaku Kapolsek Kemayoran mengatakan, pria pemakan kucing dikenal dengan sebutan Abah Grandong. Setelah ramai di media sosial, Abah Gondrong pulang ke tempat tinggalnya di Rangkas Bitung, Banten, Jawa Barat.

"Ini kita sedang cari di kediamannya," ujar Syaiful Selasa (30/7/2019).

Kemudian Syaiful mengatakan, jika keberadaan Abah Grandong di Kemayoran adalah sebagai sebagai salah satu penjaga lahan kosong.

Menurutnya, Abah Grandrong diajak bekerja oleh kedua saksi yang diperiksa pihaknya. Sebab, Abah Grandong dengan saksi tinggalnya masih satu kampung.

"Sama mereka ini satu kampung lah gitu. Mereka semua kerja disini," terang dia.

Meskipun demikian, Abah Grandong baru bekerja di sana beberapa hari. Biasanya meraka berjaga lahan secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan.

Terakhir, Kapolsek meminta warga, khususnya pecinta hewan untuk bersabar menunggu pihaknya meringkus Abah Grandrong. Dalam perkara ini pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi yang mengetahui pria tersebut.

"Menurut mereka yang bersangkutan kini kembali ke kediamannya. Dia orang Rangkas Bitung," tandas dia.

Sebelumnya diketahui, Sosial media dikejutkan dengan aksi seorang pria yang memakan kucing hidup hidup di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat Minggu (28/7/2019) lalu.



Sumber: AKURAT.CO

Polisi Duga Nunung Pemakai Aktif Karena Urine Masih Positif Narkoba

Pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung tersangka penyalahgunaan narkoba menangis saat rilis kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). | AKURAT.CO/Endra Prakoso

Terkait dengan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang menimpa komedian Nunung dan suaminya, July Jan Sambiran, tim Reserse Narkoba Polda Polda Metro Jaya, terus melakukan pengembangan.

Ditangkap pada Jumat (19/7/2019) lalu, polisi sudah melakukan tes urine terhadap kedua tersangka tersebut. Dari situ, polisi mendapati bahwa Nunung dan July Jan positif metamfetamin atau sabu-sabu.

Namun, setelah lima hari diamankan di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda, Nunung dan suaminya kembali mengikuti tes urine dan hasilnya, keduanya masih positif metamfetamin.

"Alat kami sudah tidak mendeteksi barang (sabu) tersebut di dalam darah. Kemudian barang bukti yang di urine walaupun sudah 4-5 hari, ternyata kita masih temukan masih positif mengandung metamfetamin," ujar Kabid Narkoba Puslabfor, Kombes Pol Sodiq, di Polda Metro Jaya, Selasa (30/7/2019).

Atas hal itu, Sodiq menduga bahwa Nunung dan July sudah lama aktif menggunakan barang haram tersebut. Jika bukan pengguna aktif, Sodiq mengatakan kandungan narkoba tidak mungkin ditemukan lagi dalam urine. Bahkan kadarnya cukup tinggi.

"Dugaannya memang dia (Nunung dan July) pengguna aktif yang sudah lama memakai. Biasanya kalau sudah satu atau dua hari (tidak pakai), kalau pengguna yang tidak aktif sudah tidak ditemukan di urine. Namun ini masih kita temukan di hari kelima, kadarnya cukup tinggi," jelasnya.




Sumber: AKURAT.CO

Tak hanya urine, rambut Nunung dan suaminya juga masih mengandung zat narkoba. Hal itu juga memperkuat dugaan bahwa keduanya memang aktif mengkonsumsi narkoba.

"Kemudian di rambut tersangka NN panjangnya sekitar 12 cm kemudian tersangka JJ 33 cm. Setelah kita lakukan pengujian bahwa benar positif dari tersangka NN maupun JJ semuanya positif," tukas Sodiq.

Model Inggris Penjual Konten Porno Ditangkap di Bali Setelah Sempat Buron

Buronan asal Inggris, Terrence Murrell. | Facebook/The Sun

Pihak Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bali berhasil mengamankan buronan asal Inggris dengan inisial TDM yang sempat viral karena diketahui keberadaannya di Bali.

"Penangkapan terjadi Minggu (28/7/2019) malam pukul 02.00 WITA dini hari, dan kami ke lokasi tempat yang bersangkutan tinggal, itu di jalan daerah Kerobokan Kelod, di Jalan Mertanadi," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Amran Aris, Selasa (30/7/2019).

Amran mengatakan penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang diterimanya pada Kamis (25/07/2019). Dari laporan tersebut diketahui terdapat seorang WNA asal Inggris yang juga menjadi buronan di negaranya sedang berada di Bali.

Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan lebih lanjut, di sebuah hotel wilayah Kerobokan Kelod, Jalan Mertanadi, Badung. Sebelum penangkapan, di TKP ditemukan seorang warga asing yang tidak dapat menunjukkan paspor yang dimiliki.

"Jadi yang bersangkutan sebelumnya, sudah kami pantau beberapa hari dan akhirnya tim dapat menemukan paspor di susunan baju yang bersangkutan," katanya pula.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap WNA Inggris ini, dari pihak keimigrasian menilai bahwa yang bersangkutan telah overstay selama 151 hari di Bali.

Buronan Inggris ini, tiba di Bali pada 31 Januari 2019 dengan bebas visa kunjungan yang berlaku selama 30 hari. Berdasarkan dari visa yang telah disita petugas bahwa warga asing tersebut berkunjung sebagai turis.

"Untuk itu, pihak Imigrasi melakukan pemeriksaan khusus terhadap orang-orang yang diduga ada masalah, maka akan ditanya tentang living costnya dan lain sebagainya, untuk buronan ini tentu akan dicek secara berkala," ujar Amran pula.

Sebelumnya, keberadaan TDM sempat viral menjadi buronan polisi Inggris, karena terlibat kasus video dengan konten porno dan narkotika. Pihak Imigrasi Ngurah Rai juga memeriksa handphone WNA tersebut, dan ditemukan lebih dari 20 video dengan konten porno. Durasi dari video porno yang disita pihak Imigrasi yaitu sekitar 8 menit.

"Kami lihat dan cocokkan dengan yang bersangkutan berdasarkan tato yang ada di tangannya, dalam video itu ditemukan ada penyimpangan, antara manusia dengan manusia, hewan dan perempuan Asia," ujar Amran Aris.

Menurutnya, buronan asal Inggris ini diduga menjual konten-konten yang mengandung pornografi di negaranya. Selain itu, juga ditemukan beberapa vitamin otot (steroid) yang diduga digunakan oleh buronan Inggris ini.

Untuk Konten video tersebut, akan dibuktikan melalui pemeriksaan secara forensik digital, cyber atau laboratorium.

WNA tersebut, diancam dengan pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Selain itu, TDM telah melakukan pelanggaran keimigrasian, sehingga dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi.



Sumber: AKURAT.CO

Kampus Tempat Teraman Transaksi Narkoba Menurut Kemenristekdikti

Sejumlah mahasiswa menutup kepala dengan plastik saat melakukan aksi jelang berlangsungnya debat Calon Presiden dan Wakil Presiden di halaman Gedung Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).| AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Imam Yuwono selaku Kabag Akademik dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, mengatakan Kampus menjadi salah satu tempat yang dianggap “Aman” oleh pengedar Narkoba dari incaran Polisi.

“Jakarta terdapat 316 perguruan tinggi, banyaknya perguruan tinggi ini kami harapkan ada kerjasama dari pihak kepolisian dan dari pihak perguruan tinggi untuk sama-sama memberantas Narkoba di lingkungan Kampus,” ujar Imam di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Menurut Imam, Kementeriannya sudah berupaya dalam menekan peredaran Narkoba di kalangan universitas.

“Memberikan sosialisasi terhadap penyalahgunaan Narkoba di lingkungan Kampus, Terutama bagi mahasiswa baru yang baru masuk ke lingkungan Kampus,” kata Imam.

Kemudian Imam menambahkan, “Kementerian riset dan teknologi pendidikan tinggi telah membentuk (ARTIPENA) Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba yang bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada mahasiswa baru.”

Pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi telah bekerja sama dengan BNN dan kepolisian dalam menekan peredaran Narkoba di lingkungan perguruan tinggi.

Selain itu, Imam mengatakan pihaknya telah memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan perguruan tinggi masing-masing dengan demikian pihak Kementerian hanya bisa mengawasi atau menyampaikan informasi kepada pimpinan perguruan tinggi.

Mahasiswa yang tertangkap sebagai pengedar Narkoba jenis ganja di salah satu universitas di kawasan Jakarta Timur hanyalah oknum mahasiswa.

“Kampus hanya kita berikan peringatan dalam arti bahwa pembinaan kepada mahasiswa harus lebih intens lagi sedangkan yang ditemukan kepolisian ini hanya oknum-oknum yg ada di dalam Kampus,” kata Imam.

Imam menjelaskan pihak Kementerian tidak akan memberikan sanksi kepada perguruan tinggi yang kedapatan mahasiswanya melakukan penyalahgunaan Narkoba.

“Untuk sanksi kepada perguruan tinggi tidak akan kita berikan, karena lembaga pendidikan ini kan telah menjalankan proses belajar mengajar yang sudah diatur sesuai undang-undang, cuman sanksi akan diberikan kepada tersangka,” kata Imam.

Sebelumnya, Polisi telah menangkap lima orang pengedar ganja jaringan Kampus. Dua diantaranya yaitu TW dan PHS merupakan mahasiswa aktif di salah satu Kampus di Jakarta Timur.

Sedangkan tiga orang lainnya yaitu, HK, AT, dan FF merupakan mahasiswa drop-out. Dari penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa 12 kilogram ganja. 

Atas perbuatan itu tersangka dikenai Pasal 111 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkoba. Ancamannya adalah hukuman pidana penjara 20 tahun sampai seumur hidup.



Sumber: AKURAT.CO

Eks Presdir Lippo Cikarang dan Sekda Jabar Resmi Jadi Tersangka Suap Meikarta

Kawasan kota Maikarta terlihat dari udara dengan total luas bangunan 22 juta m2 yang sudah memulai pembangunan 250 ribu unit apartemen dan akan langsung menampung lebih dari satu juta komunitas perkotaan. Sabtu (13/5/2019). | AKURAT.CO/Sopian

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa dan Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto ditetapkan sebagai tersangka kasus suap perizinan proyek Meikarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sejak 10 Juli 2019 KPK melakukan Penyidikan dengan dua orang sebagai tersangka, yaitu: WK (Iwa Karniwa) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat 2015-sekarang, dan BTO (Bartholomeus Toto) Mantan Presiden Direktur PT. Lippo Cikarang," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dalam kasus ini, Iwa diduga menerima suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Sedangkan Toto diduga terlibat dalam pemberian suap terkait dengan pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Tersangka Iwa Karniwa pun diduga melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurufb atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Tersangka BTO melanggar pasal S ayat (1) huruf a atau hurufb atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;

Penetapan tersangka atas keduanya merupakan pengembangan perkara dari hasil penanganan suap sebelumnya, dimana KPK telah lebih dulu memproses mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan eks petinggi Lippo Group Billy Sindoro.

Saut memastikan proses pengembangan terhadap pelaku lain kemungkinan akan terus dilakukan ketersediaan alat bukti dalam prosesnya.

"Pengembangan perkara ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya KPK untuk mewujudkan perizinan yang bersih, transparan dan antikorupsi," tutup Saut.



Sumber: AKURAT.CO

Senin, 29 Juli 2019

Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

 Foto: Men's Obsession

Achmad Baiquni dinobatkan sebagai ‘bankir bertangan dingin’ karena sejak dipercaya menjadi Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) tahun 2015, bank pelat merah ini konsisten mencetak kinerja positif dari waktu ke waktu.

Achmad Baiquni, sepanjang tahun 2017 berhasil mengantarkan BNI membukukan laba bersih sebesar Rp13,62 triliun. Perolehan laba tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11,34 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini merupakan hasil dari perkembangan bisnis pada segmen Business Banking dan Consumer Banking dengan disertai perbaikan kualitas aset.

Pertumbuhan kinerja BNI terus berlanjut dan terjaga. Kini dapat dilihat pada 2018, perusahan plat merah tersebut tetap mampu menunjukkan kinerja positifnya. Selama semester I-2018, laba bersih BNI mencapai sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017 menjadi Rp17,45 triliun pada periode yang sama tahun ini. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan nasional yang hanya mencapai 3,4 persen per April 2018.

Pada Semester I/2018, BNI ditangan Achmad Baiquni juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5 persen. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8 persen dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3 persen pada semester I/2018. Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain sukses dalam performa bisnis, kepemimpinan Achmad Baiquni juga patut diapresiasi dalam hal inovasi pelayanan nasabah. Seperti belum lama ini, BNI sudah meluncurkan delapan produk layanan yang dikembangkan dengan berbasis teknologi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang semakin cepat, efektif, dan efisien.

Kedelapan produk digital BNI itu adalah, UnikQu, BNI Acquiring Online, BNI API Management, BNI e-collection, BNI Debit Online, BNI SMS Payment, BNI i-Pay, dan Agen46. Selain itu, BNI juga melaunching produk inovasi bernama YAP (Your All Payment) yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Di mana nasabah tidak perlu lagi menggunakan mesin EDC untuk bertransaksi.

Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh BNI ditangan Baiquni tersebut bahkan mendapat apresiasi Presiden RI, Joko Widodo pada pameran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2017 yang lalu. Presiden mendukung upaya BNI dalam memberikan kemudahan nasabah untuk bertransaksi, bahkan berpesan agar masyarakat di edukasi ketika implementasi aplikasi inovasi tersebut dilaksanakan. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih Baiquni tentu tak lepas dari pengalaman dan karirnya selama ini.

Alumni Universitas Padjadjaran yang meraih master dari Business Management, Asian Institute of Management, Filipina, ini sebelumnya pernah menjabat Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah, Direktur Konsumer, kemudian Direktur Keuangan di bank yang sama.

Achmad Baiquni juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di dalam dan luar negeri, di antaranya Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat.



Program Mudik Bareng BNI Sukses Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Kalangan Difabel


Pemudik difabel pada acara Mudik Bareng BNI (30/5/2019). | Foto: cnbcindonesia.com

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengatakan dengan diadakannya kembali Program Mudik Bareng BNI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan berbeda oleh Achmad Baiquni karena target tahun ini menargetkan untuk kalangan difabel.

"Secara khsusus tahun ini kita berangkatkan difabel, baru tahun ini. Alasannya, kami melihat bahwasanya kepada warga ini perlu kita berikan alokasi, kita merekrut pegawai juga ada difabel," tutur Baiquni saat ditemui di GBK, Sabtu (1/6/2019).

Untuk saat ini Achmad Baiquni membeberkan sudah sebanyak 250 orang difabel yang sudah berhasil untuk diberangkatkan ke kampung halaman. Rata-rata kampung yang dituju para difabel ini adalah tujuan Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta.

Keberhasilan BNI untuk bisa memberangkatkan para kalangan difabel ini dengan dilakukannya system jemput bola yang pelaksanaan programnya dengan bekerjasama dengan berbagai yayasan.

"Difabel ini ada macam-macam, ada dari tuna rungu, tidak netra, dan sebagainya. Jadi mereka sekitar 5 bus. Namun dalam pelaksanaanya tidak kita jadikan satu, kita campur dengan yang bukan difabel," lanjut Achmad Baiquni.

Keberhasilan dari Program Mudik Bareng BNI ini disambut positif dari salah satu difabel bernama Rahmawati (48), dirinya mengaku senang dengan adanya program mudik yang melibatkan difabel ini. Wati sapaan kerapnya juga mengakui bahwa dirinya sudah lama tidak pulang ke kampungnya yang berada di Solo.

"Sudah lama tidak bertemu saudara di Solo, apalagi saat lebaran, jadi ini saya bersyukur banget bisa dibantu. Sudah tiga tahunan tidak ke Solo," ucap dirinya.

Wati menceritakan bahwa untuk bisa mengikuti program yang di adakan oleh Bank BNI ini tidaklah sulit. Cara yang harus dilakukan hanya dengan menyerahkan identitas diri dan keluarga, maka dia sudah bisa mendapatkan kursi mudik gratis.

"Bagus lagi selama perjalanan kita juga dijamin asuransi. Jadi saya dan keluarga saya tenang dan senang bisa akhirnya merasakan mudik," pungkas dia.

Pada saat bulan Ramadhan, Bank BNI Berhasil memberangkatkan setidaknya 11.343 pemudik atau sekktar 13% lebih tinggi dari yang sudah ditargetkan, karena pada target awal Achmad Baiquni hanya menargetkan sebanyak 10.000 pemudik saja.

Program Mudik Bareng BNI sendiri adalah bentuk dukungan terhadap Program Mudik Bareng Kementerian BUMN.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni serta jajaran direksi dan komisaris BNI diketahui juga hadir dalam melepas ribuan pemudik bus pada acara tersebut.

Baiquni menuturkan, pencapaian sebanyak 11.343 pemudik merupakan kebanggaan bagi BNI yang telah mempersiapkan program ini dengan Tema 'Mari Lipatgandakan Kebaikan'.

Tema tersebut menjadi begitu tergenapi karena kebutuhan moda transportasi belasan ribu pemudik, termasuk pemudik difabel terpenuhi. Adapun tujuan keberangkatan bus pada hari ini yaitu Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Solo, Surabaya, Lampung, Palembang, dan Padang.

Achmad Baiquni juga mengatakan, tingginya antusiasme tersebut menjadi motivasi bagi BNI untuk terus menyediakan tidak hanya produk dan layanan perbankan yang terbaik, melainkan moda transportasi untuk kebutuhan kegiatan mudik. BNI juga membekali pemudik dengan tumbler untuk membantu mengurangi sampah dan turut melestarikan lingkungan.



Sumber: Liputan6.com

119 Taruna Akpol Dipulangkan Karena Kuota Terbatas

Seorang perwira Polri memeluk orangtuanya usai melaksanakan upacara pelantikan yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). | AKURAT.CO/Sopian

119 calon taruna pada seleksi akhir penerimaan tahun ajaran 2019 dipulangkan oleh Panitia Seleksi Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Irjen Pol Eko Indra Heri selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Calon Taruna Akpol 2019 di Semarang, Minggu, mengatakan, seleksi akhir calon taruna kali ini ketat.

"119 orang dipulangkan, kuota yang diterima hanya 250 orang," katanya.

Menurutnya, pemulangan tahap akhir pada tahun ajaran ini lebih banyak di banding tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya di tahap awal banyak yang gugur. Tahun ini ada sekitar 100 yang gugur di tahap akhir," katanya.

Ia mengatakan rata-rata nilai akhir para calon taruna tersebut cukup tinggi.

Ia menjelaskan panitia sendiri cukup kesulitan dalam melakukan seleksi karena selisih nilai yang sangat tipis.

"Secara umum mereka masuk semua, tetapi karena kuota yang terbatas sehingga harus ada yang pulang," kata Asisten Bidang SDM Kapolri tersebut.

Kemudian, kata dia, para calon taruna yang dipulangkan ini masih berpeluang untuk menjadi polisi dengan mendaftar sebagai bintara.




Sumber: AKURAT.CO

Ria Ricis Umumkan Akan Aktif Lagi di YouTube Demi Penggemar

Ria Ricis | AKURAT.CO/Rahma Maulidia

Beberapa waktu yang lalu, Ria Ricis mengumumkan dirinya bakal vakum untuk sementara waktu sebagai YouTuber. Namun, baru dua hari sejak pengumuman tersebut, pemilik nama Ria Yunita itu malah mengatakan dirinya bakal kembali dan akan mengunggah video baru lagi hari ini.

Melalui fitur Instagram Story miliknya, Ria Ricis menyampaikan hal tersebut. Adik kandung Oki Setiana Dewi itu mengaku tak tega melihat komentar The Ricis sebutan untuk penggemar Ria Ricis, terus memintanya aktif kembali di YouTube.

Wanita yang sempat dikabarkan dekat dengan Atta Halilintar itu memutuskan untuk kembali. Tak butuh waktu lama, Ricis mengatakan bahwa dirinya akan mengunggah video baru hari ini, yakni pada pukul 15.00 dan 17.00 wib sore.

"Aku sudah putuskan Tim Ricis kembali dan akan upload bakal jam 3 dan 5 seperti biasanya," ujar Ria Ricis, dikutip pada Senin (29/7).

Bukan hanya itu, melalui sebuah postingan di laman Instagram pribadi, Ricis menegaskan dirinya bakal kembali ke YouTube.

"Jujur, ga kuat baca komen di YouTube, IG dan DM (cek igs). Demi kalian, demi KITA. Ricis dan TIM RICIS kembali mulai HARI INI. Dan jam 3 ada vlog baru di @ricisofficial_ytb dan jam 5 di @rumah.ricis seperti biasa," tulis Ria Ricis lagi dalam postingannya.

Tak lupa, Ria Ricis juga meminta doa dan dukungan dari semua pihak agar dirinya bisa kuat menghadapi persoalan dan masalah yang tengah dihadapinya. Sehingga, ia bisa tetap menciptakan konten-konten menarik seperti dulu.

"Insyaallah. mohon doa dan support kalian. #TheRicis luar biasa kuatnya! #TheRicis bersatu kembali," tutup Ricis.









































"Terima kasih buat The Ricis yang udah buat trending lagi di Twitter. Tapi menurut aku trendingnya gak penting. Yang penting itu aku kembali buat kalian," ujarnya.

 Sebelumnya, Ria Ricis mengatakan akan mundur dari YouTube. Menyadari keputusannya itu bakal mendapat beragam komentar dari warganet, Ria Ricis langsung menampik bila keputusannya tersebut hanya gimmick semata. 

 "Assalamualaikum. Kenapa di video ini dijudulin video terakhir dan pamit, ya karena mungkin ini video terakhir yang kalian lihat di channel ini. Sebelumnya saya minta maaf," ujar Ricis. 

 "I no drama ya. Tiap orang punya titik terendah masing-masing. Bahkan keputusan ini sendiri, tim aku enggak tahu. Tim Ricis semua liburin," papar Ricis lagi.



Sumber: AKURAT.CO

Pengusaha Asal Kupang Alami Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah Karena Pablo Benua

Pablo Benua ketika digiring oleh petugas penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) ke mobil tahanan menuju Rutan Polda Metro Jaya, Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jum'at (12/7/2019) 
| AKURAT.CO, Agussalim

Bukan hanya menjadi tersangka kasus 'Bau Ikan Asin', kini Pablo Benua harus menghadapi dua persoalan lain terkait dugaan penipuan kepada presenter Arie K Untung dan seorang pengusaha asal Kupang, Peter Ola.

Peter Ola menjelaskan, awal mula dirinya dikenalkan ke Pablo oleh seorang rekan. Singkat cerita, keduanya melalukan diskusi, lalu Peter tertarik untuk bergabung di bisnis yang dikelola Pablo.

"Saya tertarik dengan sistem perusahaannya dan saya tertarik untuk buka cabang di Kupang. Lalu saya ketemu CEO - nya dan Pablo. Sistemnya bagus jadi saya tertarik," papar Peter saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Akhirnya pada Oktober 2018 lalu, Peter resmi membuka cabang di Kupang. Ia mengelola bisnis Hak Guna Pakai (HGP) untuk mobil.

Setelah sebulan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis bahwa bisnis Pablo tersebut adalah investasi bodong.

"Kita lalu menelusuri kembali ternyata aktenya tak terdaftar Kemkumham. SIUP dan NPWP tak terdaftar, bahkan KTP- nya juga palsu. Sehingga kita memutuskan untuk melapor ke Bareskrim Polri," pungkasnya.

Akibat dugaan penipuan ini, Peter mengaku mengalami kerugian sekitar Rp500 juta. Namun menurutnya, ada 3 orang yang juga menjadi korban dan telah melakukan investasi hingga Rp5 Miliar.

"Saya 500 juta, yang lapor kan berempat. Saya cabang Kupang, kemudian Samarinda Banjarmasin dan Madiun. Yang lebih tinggi Madiun, sudah lepas 20an mobil diangka 4M. Total 4 cabang ini 5 milyar lah," jelas Peter.



Sumber: AKURAT.CO

Timnas Indonesia U-16 Kalahkan Singapura dengan Skor Telak

Para pemain Tim Nasional Indonesia U-16 merayakan gol ke gawang Vietnam U-16 pada laga perdana grup A Piala AFF U-15 2019 di IPE Chonburi Campus Stadium, Thailand, Sabtu (27/7).
 | PSSI

Dalam laga kedua Grup A Piala AFF U-15 2019, Tim Nasional Indonesia U-16 kembali meraih kemenangan, Senin (29/7/2019) sore WIB. Bermain di Institute of Physical Education Stadium, Chonburi, Thailand, Garuda Muda menang meyakinkan tiga gol tanpa balas menghadapi Singapura U-16.

Pelatih Bima Sakti menurunkan formasi yang sama seperti saat mengalahkan Vietnam beberapa hari lalu. Indonesia tampil percaya diri dengan menekan pertahanan Singapura sejak awal laga.

Pada Menit ke-18, Indonesia akhirnya berhasil membuka keunggulan lebih dulu berkat Marselino Ferdinan. Menerima umpan dari sisi kanan serangan, Marselino mampu menyelesaikannya dengan sundulan.

Menjelang akhir babak pertama, tepatnya menit ke-39, Indonesia nyaris menggandakan angka melalui Ruy Arianto. Namun, tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti masih berada di kanan gawang Singapura. Skor 1-0 tetap bertahan hingga babak pertama berakhir.


Pada babak kedua, Indonesia lagi-lagi tak mengendurkan serangan ke pertahanan Singapura. Mereka hampir mencetak gol kedua lewat Kadek Arel Priyatna, sayang sundulannya dari umpan sepak pojok masih melambung.

Singapura memiliki kesempatan untuk menyamakan angka melalui Ali Manaf pada menit ke-65. Tetapi tendangannya masih jauh dari gawang Indonesia yang dikawal kiper I Made Putra Kaicen.

Pada Menit ke-71, Wahyu Agong Drajat Mulyono menambah keunggulan Indonesia. Kemelut di depan gawang Singapura sukses dimaksimalkan Wahyu dengan sepakan kaki kanannya.

Indonesia kembali memperbesar angka lewat Mochamad Faizal Shaifullah pada menit ke-79. Sebuah terobosan yang sangat baik dari Muhammad Valeron di sisi kanan serangan berhasil diselesaikan Faizal.

Hasil ini membuat Tim Nasional Indonesia U-16 meraih enam poin dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan Singapura di ajang Piala AFF U-15 2019 baru mendapat nilai satu.

Indonesia U-16 3-0 Singapura U-16

Institute of Physical Education Stadium, Chonburi, Thailand/Senin, 29 Juli 2019
Kick-off: 15.00 WIB
Gol: Marselino Ferdinan (18'), Wahyu Agong Drajat Mulyono (71'), Mochamad Faizal Shaifullah (79')

Susunan Pemain

Indonesia U-16: I Made Putra Kaicen; Alfin Farhan Lestaluhu, Kadek Arel Priyatna, Marcell Januar Putra, Alexandro Felix Kamaru; Marselino Ferdinan, Ruy Arianto, Dimas Juliono Pamungkas; Mochamad Faizal Shaifullah, Wahyu Agong Drajat Mulyono, Muhammad Valeron
Pelatih: Bima Sakti.

Singapura U-16: Veer Karan Sobti; Kieran Tro Jia Jun, Muhd Aqil Mohd Yazid, Xavier Wong Kiat Yu; Dylan Choo Chi Tao, Muhammad Danie Hafy Mid Hanafi, Ahmad Dzulfaqar Mohd Mustaffa, Ethan Henry Pinto, Seng Hong Kai; Irfan Iskandar, Amir Syafiz Abdul Rasyid.
Pelatih: Aw Thiam Hor. 



Sumber: AKURAT.CO

Pria yang Makan Kucing Hidup-hidup di Kemayoran Diburu Polisi

Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) melakukan kegiatan sterilisasi kepada kucing liar di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2019).
 | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Video yang diunggah oleh akun Istagram @jadetabek.info pada Senin 29 Juli 2019, yang berisi seorang pria sedang memakan kucing hidup-hidup viral di media sosial. Dalam video itu, seorang pria yang mengenakan jaket kulit coklat, kaos putih dan topi biru tampak makan kucing sembari berdiri dan berbicara.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Kemayoran Komisaris Saiful Anwar mengakui pihaknya belum mendapat laporan dari warga. Namun pihaknya sudah melakukan pencarian lelaki sadis dalam video tersebut.

"Begitu viral langsung saya kejar, langsung saya cari, saya bertanya ke (orang) sekitar TKP tapi orang-orang tidak tahu," kata Syaiful.

Saiful menuturkan, polisi akan mencari terlebih dahulu sosok dalam video itu, untuk mengetahui motif aksinya.

"Kami mau cari dulu, kalau ketemu orangnya kan pengin tanya alasan dan maksudnya dia apa makan kucing itu. Kan kami belum tahu latar belakangnya," kata dia.

Syaiful mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian pria dalam video itu bukanlah warga Kemayoran. Namun dia mengonfirmasi bahwa lokasi kejadiannya memang ada di wilayah Kemayoran.

"Bukan warga Kemayoran," ujarnya.

Syaiful menyampaikan ada dugaan bahwa pria itu stres. Namun untuk sampai pada kesimpulan tersebut, polisi mesti lebih dulu melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Mau kita tanya maksud dia makan kucing apa, apakah itu stres, apa tidak. Kami tidak tahu orangnya karena orangnya belum ketemu," tuturnya.

Lebih lanjut Syaiful menyatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan dari warga berkaitan dengan aksi pria memakan kucing itu.




Sumber: AKURAT.CO


Pemilik Cafe Komandan Akan Diperiksa Polisi Karena Adakan Nobar Tanpa Pemberitahuan

Kapolres Metro Jakarta Selatan menunjukkan barang bukti saat memberikan keterangan pers di Polres Metrp Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (2...