Pablo Benua ketika digiring oleh petugas penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) ke mobil tahanan menuju Rutan Polda Metro Jaya, Kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jum'at (12/7/2019)
| AKURAT.CO, Agussalim
Bukan hanya menjadi tersangka kasus 'Bau Ikan Asin', kini Pablo Benua harus menghadapi dua persoalan lain terkait dugaan penipuan kepada presenter Arie K Untung dan seorang pengusaha asal Kupang, Peter Ola.
Peter Ola menjelaskan, awal mula dirinya dikenalkan ke Pablo oleh seorang rekan. Singkat cerita, keduanya melalukan diskusi, lalu Peter tertarik untuk bergabung di bisnis yang dikelola Pablo.
"Saya tertarik dengan sistem perusahaannya dan saya tertarik untuk buka cabang di Kupang. Lalu saya ketemu CEO - nya dan Pablo. Sistemnya bagus jadi saya tertarik," papar Peter saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).
Akhirnya pada Oktober 2018 lalu, Peter resmi membuka cabang di Kupang. Ia mengelola bisnis Hak Guna Pakai (HGP) untuk mobil.
Setelah sebulan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis bahwa bisnis Pablo tersebut adalah investasi bodong.
"Kita lalu menelusuri kembali ternyata aktenya tak terdaftar Kemkumham. SIUP dan NPWP tak terdaftar, bahkan KTP- nya juga palsu. Sehingga kita memutuskan untuk melapor ke Bareskrim Polri," pungkasnya.
Akibat dugaan penipuan ini, Peter mengaku mengalami kerugian sekitar Rp500 juta. Namun menurutnya, ada 3 orang yang juga menjadi korban dan telah melakukan investasi hingga Rp5 Miliar.
"Saya 500 juta, yang lapor kan berempat. Saya cabang Kupang, kemudian Samarinda Banjarmasin dan Madiun. Yang lebih tinggi Madiun, sudah lepas 20an mobil diangka 4M. Total 4 cabang ini 5 milyar lah," jelas Peter.
Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar