Luncuran awan panas guguran gunung merapi dengan radius satu kilometer ke rah Kali Gendol, Sleman, Senin (18/2/2019) | Twitter.com/BPPTKG
Pada Rabu 24 Juli 2019, Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran. Warga dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi pun diimbau untuk tidak beraktivitas.
"Jam 06.16 Wib terjadi awan panas guguran," kata Petugas pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Lasiman saat dihubungi, Rabu (24/7/2019).
Informasi yang diperoleh dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, awan panas guguran tercatat dengan jarak luncur 1.000 meter mengarah ke hulu Kali Gendol.
Terpantau pula pada seismogram, awan panas guguran memiliki durasi lebih kurang 100 detik dengan amplitudo max. 60 mm.
BPPTKG Yogyakarta sejauh ini masih menetapkan status Gunung Merapi pada Waspada (level II). Rekomendasinya agar tidak ada aktivitas manusia dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.
Warga yang berada di luar radius yang ditentukan, dapat beraktivitas seperti biasa.
Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar