Penumpang berjalan menuju pesawat saat langit dipenuhi awan hitam pekat di kawasan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (17/11). | AKURAT.CO/Sopian
Terkait hujan buatan dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang saat ini masih dalam pengkajian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merasa pengkajian oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) idealnya dirampungkan terlebih dahulu sebelum diumumkan ke publik.
Orang nomor satu di DKI itu menilai BPPT terlalu terburu-buru memberikan informasi kepada publik terkait hujan buatan ini.
"Soal hujan, nanti sesudah matang baru diumumkan. Menurut saya BPPT offside tuh jadi sebelum matang sebelum semuanya siap baru kita (umumkan). Kalau kita hanya menjadi perdebatan saja," ujar Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).
Sampai saat ini, Anies masih menunggu pengkajian lebih lanjut terkait teknologi yang diusung BPPT. Pengkajian untuk menuntaskan masalah baik jangka pendek dan jangka panjang.
"Jadi kita ingin agar langkah-langkah untuk membereskan masalah kualitas udara Jakarta ini bukan langkah-langkah jangka pendek saja. Tapi juga jangka panjang. Nah ini jangka pendek sedang kita bicarakan. Dimatangkan dulu terus nanti diumumkan. Saya mendengar BPPT sudah menyampaikan keluar," ungkap dia.
Diketahui BPPT akan membuat hujan buatan dengan TMC pada pertengahan Juli mendatang. Tujuannya untuk mengatasi polusi udara di Jakarta.
"Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca-libur," ujar Kepala BPPT Hammam Riza melalui keterangan tertulis, Kamis (4/7/2019).
Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar