Kapolsek Penjaringan, AKBP Rahmat Sumekar membenarkan aksi pengusiran yang dilakukan oleh warga tersebut. Menurutnya, pengusiran terjadi diduga karena warga dendam dengan Nusron lantaran pernah menyebut permukiman warga kumuh.
"Jadi warga tuh masih dendam, dulu kata warga Nusron pernah ngomong bahwa Luar Batang ini tempatnya kumuh, begitu. Warga ada yang tau kalau Nusron dateng kemudian diusir, terus ya udah diredam, ditenangkan sama majelis Masjid Luar Batang," terang Rahmat kepada awak media, Jumat (26/10).
Rahmat menjelaskan, keributan terjadi sekitar jam 21:30 WIB. Kedatangan Nusron yang hendak salat dan ziarah tercoreng oleh aksi warga.
"Jadi dia datang kesana, biasa mau salat di sana, mau ziarah abis itu ada yang tahu lalu diusir warga," jelas Rahmat.
Rahmat menyebut warga Luar Batang tidak mengizinkan Nusron melakukan salat di Masjid Luar Batang. "Diusir (warga) enggak boleh salat di situ," ujar Rahmat.
Meski demikian, Kapolsek menengaskan keributan Nusron Wahid hanya dengan warga Luar Batang. Malahan, pihak majelis melerai dan tidak ikut dalam aksi tersebut. Nusron tetap melanjutkan ziarah seperti biasa. Ia duduk dibarisan belakang dan mengikuti ziarah.
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar