Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi menggratiskan Tol Surabaya-Madura (Suramadu) pada Sabtu (27/10) kemarin. Kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon adalah salah satu yang kontra terhadap keputusan tersebut. Ia menganggap Jokowi menggratiskan Tol Suramadu untuk pencitraan saja.
Oleh karena itu, melalui Akun Twitternya @fadlizon meminta Jokowi juga menggratiskan Tol Jakarta-Bogor, Ciawi (Jagorawi).
Fadli Zon menilai jalan tol yang sudah beroperasi kurang lebih 40 tahun sudah jelas banyak menguntungkan, baik negara ataupun pengusahanya.
Karena menurut dia, jalan tol itu termasuk sebagai prasarana umum, yang sebenarnya bisa dinikmati semua orang tanpa harus membayar.
"Sy usul P @jokowi segera gratiskan tol Jagorawi yg sdh 40 tahun beroperasi. Sdh balik modal n sdh byk untungkan negara n pengelola. Jadikan jalan sbg sarana pelayanan, bukan bisnis termasuk jalan tol baru yg tarifnya mahal2. Itu baru prestasi, bukan pencitraan murahan," kata Fadli.
Alasan pemerintah menggratiskan tarif Tol Suramadu adalah untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Madura. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan, atas masukan dari berbagai elemen masyarakat, tarif tol Suramadu mengalami penyesuaian beberapa kali, seperti tahun 2015 dan 2016.
"Tetapi, dari kalkulasi yang kita lihat belum memberikan dampak ekonomi bagi Madura. Kalau kita lihat ketimpangan kemiskinan, angka-angka yang bila dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur, misalnya Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, angka kemiskinannya 4% sampai 6,7%. Di Madura, angka kemiskinan masih berkisar 16% hingga 23%," jelasnya.
Oleh karena itu, atas usulan-usulan tokoh-tokoh masyarakat dan agama, Pemerintah memutuskan Tol Suramadu gratis per Sabtu, (27/10), mulai pukul 16.28 WIB, hingga seterusnya.
Sumber : Akurat.co


Tidak ada komentar:
Posting Komentar