Putri Ayako, anak ketiga Pangeran Takamodo, mengenakan gaun upacara tradisional, bersama pebisnis Jepang Kei Moriya saat tiba di Kuil Meiji untuk lakukan upacara pernikahan.
Putri Ayako dan pengantin prianya Kei Moriya nampak berjalan perlahan di hadapan para tamu di Kuil Meiji. Pernikahan mereka dilangsungkan di bangunan pagoda dalam kompleks Kuil Meiji.
Dalam upacara pernikahan dilakukan pertukaran cincin dan minum sake bersama. Kedua ritual itu merupakan tradisi dalam pernikahan Shinto, yang juga dilakukan oleh rakyat biasa Jepang.
Ayako yang saat ini berusia 28 tahun adalah sepupu Kaisar, sedangkan Moriya yang berusia 32 tahun adalah karyawan di perusahaan kapal Nippon Yusen. Putri Ayako menggunakan gaya rambut era Heian, dan gaun kimono bercorak merah dan hijau, sedangkan Moriya mengenakan setelan bergaya tailcoat.
Di Jepang, perempuan yang menikahi keluarga kekaisaran akan menjadi anggota kekaisaran, namun seorang anggota keluarga kaisar perempuan yang menikahi orang biasa harus meninggalkan kekaisaran.
Ayako memberikan salam perpisahan pada Kaisar Akihito pekan lalu, dengan mengenakan gaun ala barat. Cucu tertua kaisar itu rencananya akan menikah pada tahun 2020.
Kaisar Akihito sendiri akan turun tahta, dan digantikan putra tertuanya Naruhito pada 1 Mei nanti. Ayako dan Moriya sudah mengumumkan rencana pernikahan mereka awal tahun ini. Keduanya bertemu karena ibu mereka adalah sahabat, dan mereka jatuh cinta.
“Saya tahu saya ingin menghabiskan usia saya dengannya,” ujar Moriya dikutip South China Morning Post, Senin (29/10).
Moriya tertarik kepada Ayako karena ia lemah lembut.
Pangeran Takamado, Ayah Ayako adalah yang aktif mendukung persepakbolaan Jepang dan wafat pada 2002.
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar