Anak-anak perlu memahami keberagaman suku, agama, dan ras sejak dini | Tugassekolah
Indonesia merupakan negara dengan beragam suku, agama, dan ras. Di lingkungan rumah atau sekolah saja terdapat keberagaman yang mewarnai kehidupan sehari-hari. Tentunya, yang terpenting bagi anak untuk belajar memahami perbedaan ini, menerimanya, dan mengembangkan toleransi sejak dini.
Namun, hal ini tidak mudah karena anak punya cara sendiri untuk memahami lingkungan sekitarnya. Untuk itu, dibutuhkan cara khusus agar anak bisa belajar bertoleransi sejak dini.
Dilansir dari Huffington Post, 7 cara ini bisa digunakan untuk mengajari anak agar mampu menerima keberagaman suku, agama, dan ras.
1. Ajak anak berkomunitas
Ajak anak untuk merasakan sendiri berada dalam komunitas yang anggotanya beragam. Lama kelamaan, anak akan merasa nyaman berada dalam situasi ini. Selain itu, biarkan dia berteman dengan siapa pun tanpa memandang suku, agama, atau rasnya.
2. Gunakan buku
Selain untuk meningkatkan minat baca, buku ternyata bisa digunakan untuk mengajarkan perbedaan. Gunakan buku bergambar yang memperlihatkan orang dari beragam suku, agama, dan ras, atau bisa juga yang memuat gambar orang-orang dari seluruh dunia. Dampingi anak saat melihatnya dan minta anak untuk menyebutkan perbedaannya. Setelah itu, jangan lupa tegaskan beberapa persamaan, seperti, "Anak ini juga suka main sepak bola sepertimu,"
3. Gunakan media
Selain buku, media lain juga bisa digunakan, misalnya televisi. Dampingi anak saat menonton TV dan tunjukkan keberagaman Indonesia yang ada dalam tayangan itu. Tunjukkan juga pada anak bahwa keberagaman itu lazim dialami di mana pun.
4. Menjawab keingintahuannya
Anak-anak kerap merasa penasaran pada apa yang dilihatnya lalu menanyakannya secara spontan. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk mendiskusikan keragaman manusia.
5. Memberi pemahaman
Pura-pura tidak menyadari adanya perbedaan sebenarnya bukan hal yang tepat. Lambat laun, anak-anak bisa membedakan warna dan bentuk yang akhirnya mereka juga bisa membedakan fisik manusia.
Tegaskan pada anak bahwa Tuhan memang menciptakan manusia berbeda-beda. Perbedaan itu bukanlah suatu masalah dan satu sama lain harus saling menghormati.
6. Makan di beragam restoran khas
Mengajarkan keberagaman budaya bisa dilakukan dengan mengajak anak menikmati kuliner di restoran khas, misalnya Sunda, Manado, dan lain sebagainya. Anak-anak juga bisa memperhatikan seragam atau atribut khas yang dikenakan pelayannya dan sapaan khas dalam bahasa berbeda yang tentunya akan menarik minatnya.
7. Menambah wawasan diri sendiri
Banyak hal yang harus diajarkan pada anak, tetapi banyak yang masih belum diketahui. Orangtua pun bisa menambah wawasan dengan membaca koran, membaca buku, mengikuti forum diskusi, atau menonton film yang menyoroti berbagai budaya.
Wawasan ini bisa digunakan untuk menuntun anak agar mengetahui betapa luasnya dunia sehingga pemikiran anak juga tidak menjadi sempit.
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar