Para pelayat Palestina berkumpul selama pemakaman korban di Deir el-Balah di Jalur Gaza Tengah pada 29 Oktober 2018 | AFP
"Pasukan Israel melihat ketiga tersangka mendekati pagar dengan membungkuk dalam kegelapan. Mereka terlihat menyabotase dan menggali sesuatu. Ketiganya beroperasi dengan cara yang sama seperti dalam serangan sebelumnya di mana para penyerang menempatkan alat peledak di titik yang sama," ujar militer Israel seperti dikutip dari Japan Today, Rabu (31/10).
Tentara Israel memberikan tembakan peringatan terlebih dahulu sebelum menyerang, namun tidak diindahkan oleh para remaja tersebut. Militer Israel pun menganggap mereka sebagai ancaman untuk dinetralkan. Peristiwa tersebut berbuntut protes dan bentrokan panjang di perbatasan.
Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi ketiga remaja itu adalah Khaled Abu Said (14), Mohammed Abu Zaher (13), dan Mohammed al-Satari (13). Mereka datang dari desa Wadi al-Salqa sekitar satu kilometer dari perbatasan.
Militer Israel disebut melakukan tuduhan berlebihan dengan mengira ketiga remaja tersebut berusaha menerobos pagar perbatasan. Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang bermarkas di Gaza juga menuduh Israel melakukan penggunaan kekuatan yang berlebihan.
Total sudah 218 warga Palestina yang tewas oleh tembakan Israel dalam demonstrasi dan bentrokan di sepanjang perbatasan sejak akhir Maret. Seorang tentara Israel tewas di perbatasan sejak protes dimulai pada 30 Maret.
Israel mengungkapkan tindakannya diperlukan untuk mempertahankan perbatasan dan menghentikan infiltrasi dan serangan.
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar