Selasa, 09 Juli 2019

Imbauan BPPT Untuk Masyarakat Agar Menghemat Air Selama Musim Kemarau

Umat mengambil air wudhu di Masjid An Nawier di kawasan Pekojan, Jakarta, Kamis (9/5/2019). 
| AKURAT.CO/Abdul Aziz 

Tri Handoko Seto yang merupakan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT), mengimbau kepada masyarakat agar dapat menghemat pemakaian air saat musim kemarau.

Tri Handoko mengatakan, hampir sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini sedang mengalami kesulitan air, seperti Pulau Jawa, Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Sumatera, serta beberapa daerah lain di Indonesia bagian selatan.

“Saya harap masyarakat bisa menghemat air karena musim kemarau masih panjang,” ujarnya, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Melalui situs resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bulan April adalah awal kemarau 2019 dan Indonesia tahun ini akan menghadapi fenomena iklim El Nino sebesar 55 sampai 60 persen. Sedangkan pada Juli hingga September 2019 iklim diprediksi lebih kering.

El Nino terjadi bersamaan dengan puncak musim hujan jadi dampaknya tidak kelihatan. Tapi masyarakat tetap harus mengantisipasi hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, masyarakat bisa menghemat air dengan melakukan langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan di rumah, seperti tidak membuang air dengan membiarkan keran yang terus terbuka, serta menggunakan air secara efektif dan efisien.

Kemudian, bagi masyarakat yang memiliki lahan pertanian juga diharapkan agar sesegera mungkin melakukan pengisian air ke waduk-waduk jika masih dimungkinkan.

Saat ini BPPT sedang bekerja sama dengan pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pertanian dalam rangka merencanakan pembuatan hujan buatan guna memenuhi kebutuhan air bagi tanaman.

“Kita selalu melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Pertanian dan pihak desa untuk merencanakan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya hujan buatan dilakukan sebelum kemarau karena masih ada awan dan air yang dihasilkan banyak sehingga bisa tertampung penuh oleh waduk warga.

“Kalau kita laksanakan dua atau tiga bulan sebelumnya, air itu bisa digunakan oleh masyarakat saat kemarau seperti sekarang untuk keperluan irigasi dan aktivitas sosial lainnya untuk mencegah kekeringan,” katanya.




Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemilik Cafe Komandan Akan Diperiksa Polisi Karena Adakan Nobar Tanpa Pemberitahuan

Kapolres Metro Jakarta Selatan menunjukkan barang bukti saat memberikan keterangan pers di Polres Metrp Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (2...