Sejumlah bangkai mobil terparkir di depan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). | AKURAT.CO/Endra Prakoso
Penyidik Polri akan mendalami senjata api jenis Glock 42 yang digunakan pelaku penembakan kerusuhan aksi 21-22 Mei di Jakarta. Penyidik kepolisian juga mendalami ciri-ciri badan pelaku dengan menganalisa wajah yang ada di foto dan video.
Brigjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri (Karopenmas) mengatakan pelaku dalam melakukan penembakan dengan menggunakan tangan kidal atau kiri yang menewaskan beberapa orang dari 9 yang meninggal dunia saat kerusuhan 21-22 Mei.
"Dari hasil laboratorium forensik pelaku menggunakan senjata jenis Glock 42 dengan ciri-ciri tinggi badan 17 5cm, kurus. Dan (melakukan penembakan) dengan menggunakan tangan kidal. Itu yang sedang didalami baik analisa seluruh CCTV, foto, video, dan identifikasi rekam wajah," ujar Dedi di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).
Berdasarkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi flyover Slipi Jakarta Barat, senjata api jenis Glock berwarna hitam yang dibawa pelaku itu disembunyikan di balik pakaian pelaku.
Brigjen Pol Dedi mengatakan, ciri-ciri pelaku dan senjata api yang digunakan berdasarkan keterangan saksi kunci yang kini tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
"Keterangan saksi. Ada saksi kunci yang sedang diperiksa oleh Polda Metro Jaya," jelas Dedi.
Menurut Brigjen Pol Dedi, saksi kunci itu diluar pelaku kerusuhan yang sebelumnya diamankan berjumlah 447 orang. Jadi masih ada pelaku lain yang belum lama ditangkap itu mengetahui dan melihat langsung pelaku melakukan penembakan.
"Bukan bagian dari 447 perusuh. Kan kemarin ada tambahan 8, ya penyelidikan terus berkembang. Bukan (termasuk) dari 447 orang itu. Di luar itu masih ada (pelaku)," tegas Dedi.
Pihaknya mengaku optimis kasus kerusuhan 21-22 Mei bisa terungkap secara keseluruhan, baik pelaku penembakan dan aktor intelektual.
Diketahui, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, untuk korban bernama Harun meninggal dunia di Kemanggisan Slipi Jakarta Barat.
Harun diduga ditembak dari jarak dekat 11 meter oleh seseorang tak dikenal di ruko di dekat flyover Slipi, Jakarta Barat. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi yang melihat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) meninggalnya Harun.
"Korban ditembak dari sisi kanan ruko-ruko di deket fly over Slipi," kata Suyudi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (5/7/2019).
Dari pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, pelaku yang diduga menembakan menggunakan pistol berwarna hitam dengan arah tembakan miring ke arah para perusuh.
"Saksi mengatakan bahwa almarhum Harun ditembak dengan menggunakan pistol berwarna hitam dengan arah tembakan ke arah perusuh.Kemudian Harun meninggal di lokasi dan di bawa ke rumah sakit," jelasnya.
Kemudian untuk korban bernama Abdul Azis, diduga juga ditembak oleh orang tak dikenal dari jarak dekat. Abdul Azis diduga ditembak dari arah belakang. Hal tersebut diketahui dari proyektil yang bersarang di punggung sebelah kiri korban.
"Korban Abdul Azis ditembak dari asrama brimob, Petamburan, diduga dilakukan orang tak dikenal dengan jarak 30 meter dari arah belakang," ucapnya.
Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar