Pesawat maskapai Garuda bersiap mendarat di kawasan terminal 3 yang juga dalam pengerjaan proyek runway dan taxiway, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (21/6). | AKURAT.CO/Sopian
Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengungkapkan bahwa mahalnya harga Tiket pesawat domestik menjadi pukulan telak bagi industri pariwisata nasional.
Arief menilai, jika terus menerus tidak ada tindakan dari maskapai terkait harga Tiket yang melambung maka semua unit usaha akan dirugikan termasuk industri pariwisata nasional.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengingatkan dan meminta maskapai penerbangan untuk menurunkan harga Tiket pesawat. Menurutnya harga avtur yang dimonopoli oleh Pertamina juga terlebih dahulu sudah diturunkan.
"Tiket mahal udah cukup peringatan, bahkan dari Presiden sendiri beliau menginginkan Tiket harus diturunkan. Salah satunya dengan langkah harga avtur sudah dilakukan Pertamina," kata Arief di Jakarta (4/3/2019).
Namun, meski harga avtur sudah diturunkan harga Tiket pesawat tujuan domestik masih tak terbeli oleh masyarakat. Hal ini dikhawatirkan bila terus menerus terjadi akan membuat industri pariwisata terguncang.
"Avtur sudah diturunkan dan itu (Tiket) belum turun juga, tergantung kita memang apakah kita ingin membuat industri ini guncang. Logika saja kalau kamu naikkan price 20 persen pasti demandnya turun 20 persen. Sekarang kalau pricenya100 persen itu yang terjadi sekarang industrinya goncang, masa ke Padang naik 210 persen udah didiskon 40 persen angkanya masih 168 persen," jelasnya.
Arief mengingatkan kepada maskapai agar berlaku rasional dalam menerapkan kebijakan. Mengingat mahalnya harga Tiket pesawat berdampak negatif terhadap semua pihak. Mulai dari jasa penerbangan yang ditinggal pelanggan, jasa hotel menjadi sepi dan industri pariwisata mengalami penurunan.
"Kita lihat tidak ada yang tidak dirugikan airlinesnya rugi, UKM rugi, hotel rugi dan petani rugi. Kami mengimbau pemain airline. Kalau toh tarif naik mahal harus bertahap dan tidak besar," tutupnya.
Sumber: AKURAT.CO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar